Minggu, 26 Juli 2026

Untuk Debay Kecil di Perut Bunda 🤍

Halo, sayangku...

Tahukah kamu? 

Saat usiamu baru sekitar 2 minggu setelah HPHT, bunda dan ayah sempat mengajakmu naik Gunung Papandayan. Waktu itu bunda sama sekali belum tahu kalau ternyata kamu sudah mulai tumbuh di dalam rahim bunda.

Kalau dipikir-pikir sekarang, bunda jadi terharu. Ternyata sejak awal kamu sudah menjadi bayi yang kuat. Di usia yang masih sangat kecil, kamu mampu bertahan dan terus berkembang dengan baik. Alhamdulillah, Allah selalu menjaga kamu.

Bunda juga ingat, sebelum tahu kalau sedang hamil, bunda rutin minum vitamin Caviplex warna kuning. Kata orang, di dalamnya ada asam folat yang baik untuk persiapan kehamilan. Mungkin itu juga menjadi salah satu ikhtiar kecil bunda untuk menyambut kehadiranmu, meski saat itu bunda belum tahu bahwa Allah sudah menitipkanmu.

Hari yang paling bunda ingat adalah ketika melihat test pack dengan dua garis merah. Rasanya campur aduk antara bahagia, haru, dan tidak percaya. Setelah penantian, doa, dan berbagai ujian yang pernah bunda lalui, akhirnya Allah mengizinkan bunda kembali mengandungmu.

Sekarang, setiap hari bunda berdoa agar Allah selalu menjagamu, menguatkanmu, dan menyempurnakan pertumbuhanmu di dalam rahim. Tetap sehat ya, sayang. Tumbuhlah dengan tenang di dalam pelukan kasih sayang Allah.

Nanti kalau kamu sudah lahir ke dunia, kita akan jalan-jalan bersama. Bunda dan ayah akan menemanimu melihat indahnya ciptaan Allah, sama seperti dulu, saat tanpa kami sadari, kamu sudah ikut menemani perjalanan pertama kita ke Gunung Papandayan.

Terima kasih sudah bertahan sampai hari ini, sayang. Bunda dan ayah sangat mencintaimu, bahkan sejak sebelum kami bisa melihat wajahmu.

🤍 Love,

Bunda & Ayah



Detak Jantung Pertamamu di Rahimku


Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang menggantung (darah). Lalu, sesuatu yang menggantung itu Kami jadikan segumpal daging. Lalu, segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah sebaik-baik pencipta. (QS. Al-Mu'minun: 14)

Kehamilan kali ini benar-benar mengajarkanku bahwa firman Allah bukan sekadar untuk dibaca, tetapi kali ini aku benar-benar merasakan dan menyaksikan firman tersebut.

Dulu, ketika membaca QS. Al-Mu'minun ayat 14, aku hanya membayangkan bagaimana Allah menciptakan manusia dari setetes air mani, kemudian menjadi sesuatu yang melekat, segumpal daging, hingga akhirnya menjadi manusia yang sempurna. Kini, untuk pertama kalinya, aku menyaksikan sendiri proses itu melalui perjalanan kehamilanku.

Aku melihat garis dua pada test pack. Aku menunggu dengan penuh harap. Lalu melalui layar USG, aku melihat kantung kecil yang terus bertumbuh. Sampai akhirnya terdengar detak jantung mungil yang begitu kuat. Air mataku menetes. Rasanya mustahil semua itu terjadi tanpa kehendak Allah.

Setiap kali hasil USG menunjukkan perkembangan demi perkembangan, aku semakin yakin bahwa tidak ada satu pun proses penciptaan yang terjadi secara kebetulan. Semuanya berada dalam ilmu, kuasa, dan kasih sayang Allah. Bahkan ketika aku diliputi rasa cemas, Allah selalu mengingatkanku bahwa Dialah yang sedang membentuk kehidupan kecil itu di dalam rahimku.

Kini aku benar-benar memahami mengapa Allah menutup ayat tersebut dengan firman-Nya:

"Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik." (QS. Al-Mu'minun: 14)

Ya Allah, terima kasih telah mengizinkanku menyaksikan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Mu. Jagalah amanah kecil yang sedang Engkau titipkan dalam rahimku. Jadikan ia anak yang sehat, saleh atau salehah, dan senantiasa berada dalam lindungan-Mu.

Subhanallah... Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.